Diplomasi Investasi Kuat, Realisasi Investasi Meningkat

Oleh Admin 16 Oktober 2025 147 views
Diplomasi Investasi Kuat, Realisasi Investasi Meningkat

Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI

Malang, 16 Oktober 2025 - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar kegiatan strategis Penyusunan Bahan Posisi Perjanjian Investasi Internasional bertajuk "Diplomasi Investasi dalam Peningkatan Realisasi Investasi" di Grand Mercure Malang Mirama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan investasi internasional demi mendorong investasi berkualitas dan berkelanjutan. Kegiatan diawali dengan keynote speech oleh Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal BKPM, yang menyampaikan fondasi diplomasi investasi sebagai bagian dari strategi nasional untuk menciptakan kesepakatan internasional yang selaras dengan kepentingan pembangunan dan peningkatan realisasi investasi. Pemerintah berkomitmen memperkuat diplomasi investasi melalui kerja sama bilateral dan multilateral, termasuk penyelesaian perjanjian "Indonesia-Canada CEPA" yang baru ditandatangani pada akhir September lalu, diharapkan mendorong arus investasi Kanada ke Indonesia.


Diskusi panel yang dipandu oleh Direktur Kerja Sama Bilateral, Dr. Rini Setiani Sutrisno Modouw, menghadirkan narasumber lintas sektor dari Kementerian Luar Negeri, BPJS Ketenagakerjaan, dan akademisi Universitas Brawijaya. Panel membahas isu strategis seperti perumusan bahan posisi perjanjian investasi internasional untuk peningkatan realisasi investasi, kontribusi jaminan sosial bagi tenaga kerja asing dan domestik, potensi investasi di sektor energi baru terbarukan, serta peran perjanjian investasi di tengah dinamika ekonomi global. Aspek jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sorotan penting karena berperan dalam memperkuat iklim investasi melalui perlindungan dan produktivitas tenaga kerja. Deputi Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, drg. Faizal Rachman, menyatakan bahwa investasi berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi perlindungan sosial yang kuat. Jaminan sosial tidak hanya pelindung pekerja, namun juga instrumen mitigasi risiko dan jaminan keberlangsungan investasi dengan tenaga kerja produktif dan bermartabat.


Acara dihadiri tidak kurang dari 100 peserta, termasuk Walikota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, pimpinan perguruan tinggi, pelaku usaha, asosiasi, media, dan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang dan sekitarnya seperti Universitas Brawijaya, Binus University, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Ma Chung, dan Universitas Islam Malang. Kehadiran generasi muda ini penting untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya perjanjian investasi internasional.


Prof. Tirta menekankan bahwa diplomasi investasi harus menjadi instrumen yang memastikan setiap kesepakatan internasional dapat diterjemahkan menjadi realisasi investasi nyata di lapangan, yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja serta transformasi ekonomi nasional. Penyusunan bahan posisi yang mengakomodir berbagai kepentingan para pemangku kepentingan memperkuat daya tawar Indonesia dalam forum internasional dan memberikan kepastian hukum serta perlindungan bagi investor.


Melalui strategi ini, Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mitra global yang aktif dalam membentuk arsitektur investasi yang adil dan saling menguntungkan. Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam memperkuat diplomasi investasi sekaligus mendorong kebijakan yang berdampak langsung terhadap peningkatan nilai tambah dan percepatan transformasi ekonomi nasional.