Transmigrasi saat ini telah menjelma
dari sekadar memindahkan penduduk menjadi strategi pembangunan kawasan berbasis
potensi lokal. Hal ini menjadi bagian penting dalam strategi pemerataan
pembangunan nasional dan masa depan transmigrasi di Indonesia. Dalam konteks
Geografi Manusia, hubungan antara manusia dan ruang menjadi fondasi utama dalam
mengembangkan kawasan transmigrasi yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Manusia sebagai makhluk sosial selalu
memerlukan interaksi, baik dengan sesamanya maupun dengan lingkungan tempat ia
hidup. Hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya membentuk pola
penggunaan lahan yang beragam. Perbedaan kondisi alam, sosial, dan ekonomi di
setiap wilayah menyebabkan pemanfaatan lahan juga berbeda-beda. Karena itu,
penggunaan dan pengelolaan lahan harus selalu disesuaikan dengan kondisi
geografis serta karakter masyarakat setempat.
Demikian pula dalam membangun Kawasan
Transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, diperlukan analisis yang
mendalam terhadap kondisi fisik wilayah dan sosial-budayanya. Kedua aspek
tersebut berperan penting dalam membentuk identitas, karakter, dan kebudayaan
lokal yang menjadi dasar keberlanjutan pembangunan. Dalam kajian Geografi
Manusia, hubungan antara alam dan manusia dapat dilihat melalui dua cara
pandang utama. Pertama, manusia menyesuaikan diri dengan kondisi alam tempat ia
hidup. Kedua, manusia berupaya mengubah alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Keseimbangan antara kedua pendekatan ini menjadi kunci dalam mewujudkan
pembangunan kawasan yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan.
Transformasi Transmigrasi
Baru-baru ini genap satu tahun
kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto. Berbagai kebijakan dan program strategis
telah dilaksanakan, termasuk di antaranya, program transmigrasi yang kembali
dihidupkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada masa kepemimpinannya, sebagai
satu kementerian tersendiri setelah sempat berakhir pada masa akhir Orde Baru
tahun 1998. Pertanyaannya kemudian muncul, seperti apa program transmigrasi
era sekarang dan bagaimana agar kawasan transmigrasi dapat menjadi pusat
pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia ?
Saat ini Kementerian Transmigrasi
telah memasuki era baru yang disebut Transformasi Transmigrasi. Program ini
tidak lagi dipahami sebagai sekadar pemindahan penduduk dari daerah padat ke
wilayah jarang penduduk, melainkan sebagai strategi pembangunan kawasan
berbasis potensi lokal dan keunggulan wilayah. Fokus utamanya adalah
membangun Kawasan Transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, melalui
kolaborasi lintas sektor, sinergi kebijakan, dan integrasi peran antara
pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi (akademisi), serta dunia
usaha melalui lima program unggulan Kementerian Transmigrasi, yaitu : a.
Transmigrasi Tuntas (Trans Tuntas) bertujuan menyelesaikan konflik lahan dan
memberi kepastian hukum atas hak tanah, b. Transmigrasi Lokal (Trans Lokal)
bertujuan mengurangi kemiskinan dan membantu menyelesaikan konflik sosial
karena dampak pembangunan, c. Transmigrasi Patriot (Trans Patriot) bertujuan
membangun manusia dan pengabdian masyarakat, d. Transmigrasi Karya Nusa (TKN)
bertujuan menciptakan lapangan kerja dan pembangunan masyarakat, e.
Transmigrasi Gotong Royong (Trans GR) bertujuan untuk bersinergi dengan
Kementerian/Lembaga dan dunia usaha, serta efisiensi dan optimalisasi anggaran
negara.
Membangun Manusia dan Kawasan
Paradigma baru ini, yang dibangun
bukan hanya infrastruktur fisik seperti rumah, jalan, atau lahan usaha, tetapi
juga manusia dan sistem sosial-ekonomi yang menopangnya. Pembangunan sumber
daya manusia unggul inilah sebagai salah satu indikator keberhasilan
pembangunan di kawasan transmigrasi. Dalam konteks pembangunan wilayah,
dikenal dua pendekatan penting yaitu wilayah tujuan dan wilayah fakta. Wilayah
tujuan menggambarkan cita-cita dan arah pembangunan di masa depan, sementara
wilayah fakta mencerminkan kondisi aktual yang menjadi dasar dalam pengambilan
keputusan. Kaitannya dengan transmigrasi, kajian terhadap kedua wilayah
tersebut harus dilakukan secara tepat dan efisien. Hal ini penting karena pada
kenyataannya, banyak kawasan transmigrasi yang saat ini masih memerlukan
perhatian serius untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Transmigrasi kini menjadi instrumen
pembangunan wilayah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pembangunan
industri, sehingga dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang
berkeadilan dan berkelanjutan. Oleh karena itu dengan memahami perspektif
geografis, pembangunan transmigrasi tidak hanya sekadar memindahkan penduduk,
tetapi juga menumbuhkan kehidupan baru yang berpijak pada potensi ruang dan
manusia itu sendiri.