Diplomasi investasi global bukan sekadar tugas yang dilakukan secara terpisah oleh pemerintah di balik layar. Lebih dari itu, diplomasi tersebut membutuhkan dukungan konkret, partisipasi aktif, dan keterlibatan menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menegaskan bahwa untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik, berkualitas, dan berdampak luas, diperlukan sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas bisnis, serta publik secara luas, termasuk dalam kerangka kerja Okta Helix.
Keterlibatan publik menjadi pilar krusial dalam membangun
iklim investasi yang tidak hanya inklusif, tetapi juga kondusif. Melalui
partisipasi aktif masyarakat, narasi positif mengenai potensi besar dan
keunggulan kompetitif bangsa ini di panggung internasional semakin menguat. Hal ini bukan sekadar tentang bagaimana Indonesia tampil,
melainkan juga memperoleh kepercayaan dari investor global sebagai mitra
strategis. Kemudian, kepercayaan tersebut menjadi modal utama dalam mempercepat
transfer pengetahuan dan teknologi, serta menumbuhkan sinergi nyata antara
berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sinergi Okta Helix
Lebih jauh, keberhasilan investasi global yang berkelanjutan
tidak dapat tercapai tanpa keterlibatan aktif masyarakat yang sadar peranannya.
Masyarakat tidak lagi hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi harus berperan
sebagai mitra strategis yang berfungsi sebagai pengawas sekaligus promotor
ekosistem bisnis yang sehat dan pembangunan ekonomi yang inklusif. Kolaborasi harmonis antara pemerintah dan publik ini menjadi
fondasi kokoh dalam membangun diplomasi investasi yang tangguh dan
berkelanjutan. Dampaknya tampak nyata dalam peningkatan kemampuan daya saing
bangsa serta kesejahteraan rakyat Indonesia di tengah kompetisi global yang
semakin ketat.
Dalam konteks pembangunan nasional, diplomasi investasi
global merupakan salah satu strategi utama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Oleh karena itu, keberhasilan diplomasi investasi bukan hanya terletak pada
kemampuan lobi atau negosiasi antarnegara saja. Lebih dari itu, keberhasilan sejati berpijak pada
keterlibatan aktif publik, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha UMKM dan
korporasi, komunitas kreatif, hingga media massa yang secara bersama-sama
membangun ekosistem investasi produktif dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi dan integrasi yang efektif antarberbagai
elemen tersebut, proses diplomasi investasi menjadi semakin transparan,
inklusif, dan terbuka bagi semua pihak. Kondisi ini langsung meningkatkan kepercayaan
investor terhadap iklim bisnis di Indonesia sekaligus menciptakan ruang bagi
publik untuk menjadi mitra nyata dan pengawas yang efektif. Partisipasi masyarakat secara riil membuka peluang bagi
tumbuhnya narasi positif mengenai kesempatan usaha, inovasi lokal, serta turut
serta menyukseskan berbagai proyek strategis yang mendukung pembangunan
nasional.
Sinergi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan
masyarakat membentuk ekosistem investasi yang semakin sehat, adaptif, dan siap
menghadapi dinamika serta tantangan yang terus berubah dan semakin kompleks di
kancah global. Ketika masyarakat terlibat aktif, diplomasi investasi tidak
sekadar menjadi agenda pemerintah di ruang rapat atau ruang perundingan. Ia
berubah menjadi gerakan bersama yang memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dan
mengarahkan pada kemajuan yang lebih merata dan berkelanjutan bagi bangsa di
panggung dunia.
Kepercayaan Publik
Lebih lanjut, prinsip transparansi dan akuntabilitas penting
dalam setiap tahapan proses dan kesepakatan investasi internasional. Melalui
keterlibatan media dan partisipasi publik yang aktif, masyarakat memiliki
posisi strategis sebagai pengawas dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap
investasi. Hal ini menjamin agar investasi yang masuk tidak hanya
menguntungkan investor asing, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan
manfaat nyata bagi pelaku usaha domestik serta masyarakat luas. Pendekatan ini
sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang fokus pada hilirisasi industri
dan transfer teknologi sebagai pilar utama dalam mengakselerasi pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan demikian, diplomasi investasi, yang sebelumnya dikenal
sebagai urusan terbatas di ruang-ruang tertutup, bertransformasi menjadi
gerakan inklusif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, pelaku usaha,
komunitas bisnis, media, dan masyarakat luas, Indonesia kini berada dalam
posisi siap untuk mengoptimalkan peluang investasi global secara maksimal.
Dengan tekad yang kuat dan sinergi yang nyata, investasi tersebut diharapkan
menjadi mesin utama dalam mempercepat kemajuan bangsa serta meningkatkan
kesejahteraan rakyat secara menyeluruh di seluruh penjuru Tanah Air.